Tuesday, December 21, 2010

reminder : sejauh mana tekadmu?

Bismillahirrahmanirrahim

right article at the right time. as a reminder for me, servant of Him.

copy and paste from here

nak share ayat2 dari buku yang sangat terkesan di hati insyaAllah..

Nasihat Rasulullah saw,"Jika kalian memohon kepada Allah,maka mohonlah kepadaNya Jannatul Firdaus yang paling tinggi,karena sesungguhnya disanalah intinya syurga.(HR Tabrani)

Ukhtiku,mari merenung.Setiap sesuatu itu ada harganya. Semakin tinggi nilai sesuatu,semakin mahal pula harganya.Bila ingin mencapai syurga tertinggi di akhirat,maka seseorang harus berada pada posisi tertinggi di dunia,'begitu kata Syaikh Muhammad Ahmad Rasyid dalam Al Munthalaq.

Allah swt berfirman, "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari orang yang menyerukan dakwah kepada Allah dan mengerjakan amal shalih?(Fushilat:33) Rasul saw bersabda,"Bila Allah memberi hidayahNya kepada seseorang melalui dirimu,maka itu lebih baik daripada dunia dan seisinya."

Syaikh Abdul Qadir Al Kailani dalam Futuhul Ghaib mengatakan,"Tidak ada kedudukan yang tinggi bagi manusia di dunia kecuali kedudukan menyeru manusia ke jalan Allah. Tidak ada tingkatan yang melebihinya, kecuali tingkatan nubuwwah(kenabian)."

Bersyukurlah kita bila kita memiliki keinginan untuk termasuk dalam barisan orang2 yang menyerukan Islamdan menyebarkan hidayah Allah swt.Bersyukurlah,bila saat ini kita telah ada dalam barisan orang2 yang membawa penerang dan lentera di tengah kegelapan.Indah sekali,senandung yang di katakan oleh para pendahulu kita,"Dalam hidup ini,kami hanya pengembara. Kami menyambung pengembaraan orang2 sebelum kami,.Mereka yang lebih dahulu berangkat,memberitahu kami rambu2 untuk menempuh perjalanan.Maka,kewajiban kami adalah memberi tahu kepada orang2 yang ada di belakang kami."(Azam,Diwan Matsani)

Ya,mereka yang lebih dahulu melakukan perjalanan ini telah memeras keringat,mempersembahkan raga dan jiwanya hingga aqidah Islam tertanam dalam lubuk hati kita. Melalui merekalah kita terhindar dari ombak dan ganasnya kehidupan yang menghanyutkan.Lewat mereka kita mengerti apa arti hidup,bagaimana seharusnya kita hidup dan ke mana akhir tujuan hidup kita yang hakiki.

Ukhtiku,
Menyebarkan kebenaran sudah pasti banyak resikonya. Bahkan resiko itulah yang kita tangkap dari sirah Rasulullah saw,para nabi sebelumnya dan para salafussalih.Tapi semoga kita tak pernah lari dar medan ini. Lari dari medan ini sebenarnya adalah menghindar dari medan kehidupan yang menguji dan meningkatkan kualitas iman dan kesabaran. Orang yang cenderung menyendiri,menghindar dari resiko menyebarkan kebenaran dan menyepi dari ragam pergulatan itu disinggung oleh Mushthafa Shadiq Ar Rafi'i dalam ungkapannya,"Orang itu mengira telah lari dari kekotoran(dari berbaur banyak dengan manusia) kepada kemuliaan.Padahal sebenarnya,ia lari dan menghindar dar kemuliaan itu sndiri."

Apa artinya menjaga diri dari kemaksiatan,memiliki sikap amanah,jujur,berbakti,ihsan dan semua moral baik bila ia tinggal di tengah padang pasir sendirian?Apakah ada yang mengakui kejujuran sebagai akhlak mulia bila tidak ada orang di sekitarnya kecuali bebatuan?Demi Allah,orang yang lari dari perang terhadap keburukan adalah orang yang melepas dari semua keutamaan..

Jika di awal kenabian,Jibril as mendekap erat Rasulullah SAW hingga 3 kali di gua Hira dengan mengatakan,"Iqra bismirabbika lladzi kholaq..".Kemudian pada kesempatan yang lain Rasulullah memeluk anak pamannya Abdullah bin Abbas ra dalam dekapannya sambil mengatakan,"Allahumma 'allimhul Qur'an.,ya Allah ajarkan ia al-Qur'an.

Sungguh,ada kebahagiaan tulus dalam hati,saat kita bisa memberi petunjuk kepada mereka yang tengah terumbang-ambing.Benar2 sebuah kebanggaan,saat kita berhasil menolong dan meluruskan langkah mereka kembali di jalan Allah swt,"Duhai,hilang rasa laparku,lenyap dahagaku,tak ada lagi rasa dingin ketika ada seseorang menjadi seperti ini di bawah didikanku."begitu Abdul Qadir Al Kailani menggambarkan kegembiraannya.

Ukhtiku,Jalan ini jalan panjang.Memerlukan waktu yang lama,memerlukan pengorbanan yang sangat banyak.Tapi tak ada lagi jalan yang lebih selamat.Semoga allah mengantarkan kita ke puncak kemuliaan dunia,dan mengizinkan kita menghirup kenikmatan syurga Firdaus.

"Bila kita mencintai jalan yang ditempuh para rasul dan sahabat ini,semua cinta selainNya perlu dibuang dari hati,tapi bila cinta hanya untukNya dan keranaNya,semua cinta lain akan datang kepada kita,dan hidup bermakna dipenuhi cinta."

Monday, December 20, 2010

strong








simply said. picture talks more than word



" tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa beriman kepada Allah, nescaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu " ( at-tagabun:11)

Sunday, December 12, 2010

hidup kerana Allah

Bismillahirrahmanirrahim

O Allah, will i be that strong ?



Hidup ini satu putaran. Kejap kita di atas, kejap kita di bawah.

Allah akan bagi kita rasa bila masanya untuk berada di bawah, dan satu-satu masa berada di atas.

Bila kita kata, kita hidup demi akhirat, demi mendapatkan syurga Allah itu, maka Allah akan uji apa yang kita canangkan dalam hati kita itu.

Sejauh mana kita betul-betul nak kan syurga Allah, nak melihat Allah, nak duduk bersama-sama dengan Rasulullah di akhirat kelak.

Sebab,

Syurga itukan terlalu mahal maharnya?


Dan atas sebab itu jugalah hanya orang-orang yang terpilih sahaja boleh memasukinya.

Tapisan Allah itu pelbagai cara dan jenisnya.

Bilamana Allah menggerakkan hati kita untuk menjadi insan yang terpilih, di situlah bermulanya tapisan-tapisan Allah itu.

Allah akan menguji kita dari sudut harta,

sudut jiwa dan perasaan kita yang boleh saya katakan paling susah sekali untuk kita hadapi.

"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin , baik diri mahupun harta mereka dengan memberikan syurga buat mereka..." (at-taubah:11)

Allah meminjamkan kita apa yang kita ada di dunia ini, semuanya...

Dan Allah beli pula apa yang dipinjamkannya itu, untuk memberi kita syurgaNya.

Luasnya kasih sayang Allah itu pada kita!

Jiwa dan diri kita ini jua milik Allah, bila mana kita berdoa supaya Allah tsabatkan kita di jalan dakwah ini, maka Allah akan memulakan proses tapisannya.

Sama ada layakkah kita untuk mendapatkan syurga yang amat mahal itu.


Sejauh mana kita benar-benar menjual diri kita pada Allah?

Ianya bukan hanya untuk di canang-canangkan, tapi ia perlukan apa kita amalkan dan tafsirkan melalui kesediaan hati kita demi islam ini.

Agar dakwah ini menjadi darah daging kita.

Agar Allah itulah BETUL-BETUL matlamat kita dalam setiap hal yang kita lakukan.

Agar kita benar-benar yakin yang akhirat itulah destinasi akhir kita

Rasulullah lah contoh kita paling agung dalam sejarah peradaban manusia.


Terkadang,

Bila tiba satu masa,

Kita kehilangan sesuatu yang amat berharga dalam hidup kita,

Dan kita tak dapat bayangkan bagaimana keadaan kita sekiranya sesuatu yang berharga itu tiada

Dan masa itulah Allah mengajar kita bahawa apa yang Allah pinjamkan itu milikNya,

Dan kita mencintai sesuatu itu kerana Dia,

Bukan kerana apa-apa yang kita rasakan demi dunia ini.

Sekiranya kerana Allah lah kita lakukan semua itu,

Maka hati kita akan lapang, sebab kita tahu, kita akan dapat bertemu lagi di syurgaNya.

Dan kita sendiri yang kata , hidup ini semata-mata untuk Allah kan?

Nah! Allah ingin melihat sejauh mana kita hidup keranaNya.

Di setiap nafas, dan sisa terakhir nadi kita pun, Allah tetap matlamat kita.


Di situ,

Dakwah ini menuntut kita lebih lagi.

Dengannya kita hidup dan bernafas, dalam naungan dan penglihatan Allah.

Walaupun kita rasa kita seorang, tapi realitinya Allah memberi kita rasa yang kita sangat dekat dengan Dia.

Kita mula merasai Allah melihat kita dalam setiap tingkah laku kita, setiap niat kita,

maka, wujudlah ikhlas dan ihsan.

Walaupun pada hakikatnya ikhlas itu sendiri rahsia dalam rahsia Allah, kita akan cuba juga untuk mendapatkannya.

Dari situ, taqwa menjengah, dan kita berusaha ke arahnya. insyaAllah.


Jangan risau, aturan Allah itulah yang Maha Terbaik.

Sekalipun kita rasa dah tak larat, rasa amat berat, namun yakinilah

Allah sedang memberi pelajaran yang amat berharga buat kita.




Doakan saya,

alfateh melaka





Thursday, December 9, 2010

memaknai hidup ini


Bismillahirrahmanirrahim



Alhamdulillah.

Maha Suci Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Mungkin baru sekarang aku benar-benar memahami makna itu.

Baru sekarang aku merasai dengan penuh ampuhnya kalimah itu dalam jiwaku.

Merasai getarnya jiwaku di saat namaMu kusebut penuh syahdu.

Setelah bertahun-tahun keberadaanku dalam tarbiyah ini, mungkin inilah masanya untuk aku menghadamkan segala yang telah aku lalui dan pelajari sepanjang perjalanan sebagai hamba Allah ini.

Sejak akhir-akhir ini, aku merasai kekosongan sesuatu.

tanpa ujian, dan semangatku tidak seperti dulu.

Aku mula merasakan ada kurangnya disitu, sunyi tanpa ujian dan dugaan Allah, maksudku dugaan di jalan yang telah aku pilih ini.

Aku merindukan perasaan halawatul iman itu,

seperti yang pernah dirasai dahulu.

Dan aku tahu, bukan mudah untuk memiliki rasa itu, perlu mujahadah dan susah payah yang tidak terkira.


Dalam tidak sedarku,Ya Allah! aku terlupa sesuatu.

Rupanya perasaan yang aku rasa itu pun suatu ujian dari Allah. Rasa rindu pada ujian2 Allah yang mendekatkan diri kita kepada Dia, Maha Pencipta.

Aku tercari-cari Allah, meraba-raba sendiri, mencari makna dalam kehidupan ini walaupun sebelum ini pernah aku rasai.

Dia ajarkan aku sesuatu di perjalanan kehidupan ini.

Sesuatu yang amat berharga buat diriku, dan aku pasti ia bakal menjadi bekal di kemudian hari.

Merasai Allah di setiap nafas dan langkah ku, tidak kisahlah ketika berada di ward dengan pesakit, walaupun hari itu aku harus berhadapan dengan pakar yang garang-garang.

Atau pun ketika aku merasa bahagia dengan kehidupan duniaku, dengan orang sekelilingku, sahabat baikku, dan orang-orang yang aku tahu mereka akan sentiasa bersamaku.

Dan aku harus sedar, bilamana hidup kita ini hanya untuk Allah, dan semata-mata HANYA kerana Allah, tidak dapat tidak, segala yang aku lakukan pastilah hanya untuk Dia.

Mungkin dulu, aku bisa saja ungkapkan. Namun, Allah itu Maha Penyayang.

Dia melatihku dengan pelbagai cara dan teknik sampailah sedikit demi sedikit aku dapat menghadamkan apa yang aku katakan selama ini.

Ujian itu tidak akan pernah putus pada orang yang sentiasa amalnya.

Dan aku khuatir sekiranya satu masa Allah membiarkan aku tanpa ujian dan aku tidak menyedarinya.

Lebih selesa berada dalam zon hijau (kalau dalam emergency department, zon ni yang paling tak urgent).

Biarlah dalam zon merah (zon ini paling kritikal) , supaya aku sentiasa berjaga-jaga.

Berjaga-jaga dalam tahap paling optimum, merasai perit dan sukarnya ujian Allah, adalah satu kemanisan yang sukar diungkapkan sekiranya kita menjadi orang yang paling bersabar.

Macam yang kakakku selalu sebut, sabar itu pada pukulan yang pertama.

Bagaimana kita menyingkap para sahabat yang sanggup menggadaikan segala-segalanya hanya untuk Allah dan Rasulnya?

Seperti Saidina Abu Bakar, yang bilamana sahabat bertanya kepadanya setelah semua hartanya habis digunakan untuk Islam dan keluargnya ditinggalkan tanpa harta sekalipun.

Dan beliau menjawab, "aku tinggalkan mereka pada Allah dan RasulNya"


Sudah cukupkah apa yang aku lakukan ini?

Adakah aku sudah sungguh-sungguh menggadaikan segalanya demi dakwah dan tarbiyah ini?

Bukan sahaja pada harta, malah pada jiwa dan perasaan.

"....Allah melebihkan darjat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas atas orang-orang yang duduk..." (an-nisa':95)

Pada harta mungkin lebih mudah untuk kita infakkan pada jalan dakwah ini,

Acapkali aku juga terfikir sudahkah langsai jiwa ini dikorbankan demi agama Allah ini.

Tepuk dada, tanya iman sendiri.



Dan hakikatnya, tidak akan terbukti selagi mana kita tidak diuji.

Bersedia hadapi risiko, barulah akan teruji.



Moga terus tsabat,

Dalam redha Allah.


Sunday, October 10, 2010

Allah sentiasa ada


Bismillahirrahmanirrahim







Itulah aturanNya.

Kadang kita naik, kadang kita turun.

Kadang kita gembira macam nak ape, kadang kita menangis sampai dah tak tahu nak buat apa.

Kadang kita rasa semangat, rasa macam semua benda nak buat, kadangkala juga rasa malas dan tak mampu nak teruskan.

Lumrahnya diri kita. Akan rasa macam tu. Sebab kita ini manusia.


Dalam setiap apa yang kita lakukan,

Terkadang kita lupa yang Allah sentiasa ada dekat sangat dengan kita.

Kita mengharapkan orang lain untuk faham apa yang kita rasa,

Walaupun pada hakikatnya kita pun sendiri tak berapa faham apa sebenarnya yang bergelojak dalam jiwa kita ini.

Tatkala itu, kita akan mudah menyalahkan orang lain,

Kita akan rasa yang kita sorang-sorang,dan mula buat perkara-perkara yang bodoh.

Sama ada kita akan tetap bersabar atau terus menerus fikir kenapa takde orang yang faham diri kita.


Kita silap.

Tiada siapa yang faham kita, hatta diri kita sendiri.

Sebab hati kita ini milik Allah, dan Dia lebih tahu apa yang berlaku di setiap titik hati kita.

Kadangkala,ada benda yang boleh kita explain dan cerita pada orang,

Dan perkara terbaik yang boleh orang tu buat, dia akan bagi nasihat dan buat kita rasa lega.

At least, kita ada seseorang untuk kita bercerita.


Namun, ada masanya ada perkara yang kita tak boleh cerita, sukar nak cerita pada orang.

Undefined.

Dan masa ini kita tak boleh nak anggap orang akan faham kita.

Hatta ujian yang kita terima itu sangat berat dan amat menyesakkan dada.

Sampai kadang-kadang rasa dah tak larat nak tanggung dah.

Kita lupa yang kita ada Allah.

Yang Dia sebenarnya sangat dekat dengan kita.



Allah nak kita rasa bergantung pada Dia.

Allah nak latih jiwa kita ini untuk jadi lebih kuat lebih dari biasa.

Dia sangat faham betapa sakitnya hati kita.

Dan bila kita benar-benar merasai yang Allah itu sangat sayang dan betapa luasnya kasihNya pada kita,
ketenangan pasti menyelinap kesegenap ruang jiwa kita.

yakinlah.

Kita hanya perlu berusaha.

Kalau rasa susahnya nak dapat feeling dekat dengan Allah tu, cuba dan cuba lagi, dekatkan diri kita dengan Dia.

Tak cukup hanya sekadar solat wajib, tambah lagi dengan amalan sunat.

Berusaha sedayanya doa sungguh-sungguh dan penuh yakin.

Titiskan sebanyak mana pun air mata yang kita ada.

Tunduklah semahunya, buang segala ego yang ada dalam hati kita.

Gapailah redha Allah dalam setiap perkara dan niat kita.



Don't worry ye,

Andai tidak ada sesiapa yang faham hati kita,

Allah kan sentiasa ada.=)

Malah sayangNya pada kita Maha Luas dan Maha Kaya!








Thursday, October 7, 2010

insyaAllah



salam,

alhamdulillah. Allah masih memberi peluang untuk terus menulis.

baru sahaja habis end posting exam, rasa sangat lega.

moga Allah mudahkan lah untuk saya dan especially senior yang baru habis P2S1.


Kadang, kita nak sangat orang yang kita sayang memahami apa yang kita inginkan dari mereka.

Kita tak kan cakap direct, sebab kita takut mereka belum bersedia.

Tapi, jauh di sudut hati, kita nak sangat sangat mereka pun rasa apa yang kita rasa.

orang yang kita sayang ni bukanlah dari sama pertalian darahnya, tapi kita sedar, terkadang kita terlebihkan mereka dari adik beradik kita sendiri.

Tanpa kita sedari pun. Kita akan lebih rindu pada mereka, lebih bersungguh-sungguh membawa mereka ke jalan yang kita pegang ini.

[mungkin juga sebab tu adik beradik sendiri kita suruh orang lain yang merapati mereka.sebab lebih dekat dan pada masa yang sama kita tak boleh abaikan mereka juga]


Satu saat, kita rasa mereka dah bersedia. Untuk menerima taklifan ini. Bergerak bersama dalam caravan ini.

tapi rupanya, banyak lagi yang kita perlu perbaiki dan santuni. Tak kesahlah berapa lama pun kita perlu bersama mereka.

Mungkin air mata ini belum cukup mendoakan mereka.

Mungkin juga diri ini banyak sangat buat dosa dengan Allah.

Mungkin juga mutabaah diri sendiri yang tak terjaga.

Hafazan pun tak consistent. Mudah sangat lupa.


Dan sebab itu, kita kena banyak sangat dekatkan diri dengan Allah.

Mohon dengan sangat agar kita dan mereka dikurniakan halawatul iman itu.

Mudahnya untuk diungkapkan di bibir, tapi bukan semua yang benar-benar merasainya.

Tapi, mesti berusaha.

Kerna Allah pasti tak kecewakan kita.

Mereka kadang berundur kerana kurang yakin yang mereka boleh bergerak.

Rasa banyak lagi yang perlu ditopup.

Dan kita tak boleh paksa.

Kita sayang sangat pada mereka. Dan seharusnya terus membimbing mereka sampai mereka bersedia.


Kita nak mereka mendarah dagingkan dakwah ini dalam diri mereka.

Dan itu bukan kerja mudah.

Tapi, insyaAllah, hari itu pasti tiba.

kita haruslah berdoa, semoga kita semua tetap menjadi insan-insan yang

terpilih oleh Allah di jalan ini.


Ya, insan-insan yang terpilih.

Sepertimana Al-Quran juga memilih orang yang layak menjunjung kalamNya.

Bukan calang-calang,

Perlu mujahadah yang sangat sangat kuat!


Apapun yang kita terima di jalan ini,

Tanda Allah peduli dan sayang pada kita.

Semakin berat ujian yang kita terima, semakin kuatlah hati kita, Dia nak melatih jiwa kita.

Kuncinya, bergantunglah pada Allah dalam tiap perkara.

Merasai benar-benar Allah itu lebih dekat dari urat leher kita {Qaf:16}


Impian kita, melangkah ke syurgaNya bersama-sama.

Semoga Allah sentiasa merahmati kita semua.

Ana sayang antum fillah!




Sunday, August 1, 2010

real vacation

بسم الله الرحمن الرحيم

Dah banyak kali dengar ISK. Setiap kali terima ISK, banyak dan different things yang boleh kita dapat. Intipatinya sama, namun penceritaan dan pembawaan dan kefahaman yang kita dapat juga berbeza.

Sama macam kita dengar tazkirah. Tazkirah adalah peringatan. Maksudnya kita diingatkan dengan perkara yang kita sudah pun tahu. Tapi, kita sangat-sangat perlukan tazkirah, walaupun kita dah selalu dengar benda tu kan? Sebab apa?

Sebab kita ini manusia. Selalu lupa. Kene recharge selalu, setiap masa. Bukannya iman kita ini on high level je sentiasa. Selalu naik turun macam ECG tu. Dan kadang-kadang, walaupun kita dengar tazkirah yang sama, kita akan faham lebih akan sesuatu perkara tu. Mungkin 1st time kita dengar, kita faham 1 perkara, bila dengar kali kedua, faham 2 atau 3 perkara. Dengar lagi, lagi faham 4, 5, 7 perkara. Subhanalllah!

ECG

See how care and sayangnya Allah pada kita. Dia bagi kita dengar benda yang sama banyak kali, dan Dia bagi kita faham lebih benda tu. Dan bila kita faham lebih, kita akan lebih dekat dengan Dia, lebih ingat Dia. Baiknyaa Allah.

Antara perkara yang saya amat terkesan dalam ISK kali ni, bila ada sahabat Nabi minta pada Rasulullah untuk pergi bercuti. Bayangkan, dalam keadaan umat islam yang parah, Nabi sendiri tiada masa lain kecuali untuk keluar berjihad, boleh pulak sahabat tu tanya Nabi untuk pergi bercuti. And what do you think Our Prophet will answer?

Rasulullah tak marah pun sahabat tanya macam tu. And he said, 'our vacation is jihad fisabilillah'.
Maksudnya, kalaulah kita devote ourself to this dakwah and sebarkan dan faham kan islam pada orang lain,menuntut ilmu, we are actually on vacation! kan seronok?? Vacation tiap2 hari, 24 seven lah orang kate. siapa tak seronok?

Dan vacation yang kita lalui tu andainya ikhlas kerana Allah, Allah beri pulak balasan yang setimpal di akhirat.

"Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan kedalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam itu ialah salam."
[Ibrahim, 14: 23]

Kiranya kalau pergi ward atau kelas pun kenelah ikhlas kan diri kan, menuntut ilmu kerana Allah, untuk jadi contoh demi dakwah dan tarbiyah, barulah apa yang kita belajar berkat. Bukan sebab nak attendance atau takut dengan lecturer.[refleks kat diri sendiri jugak nih]

Formula dari seorang ust, kalau hati kita rasa mudah dan ringan buat sesuatu kerja tu, maknanya ikhlas la tu. Kalau rasa berat je, hatta sedikit pun, tak ikhlas lah.

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah pada Allah taatlah pada Rasul, dan janganlah kamu merosakkan segala amalmu"
[Muhammad,47:33]

Bukan mudah nak ikhlas. Ikhlas itu rahsia dalam rahsia Allah. Tapi, kita kenalah selalu doa supaya hati kita ni sentiasa ikhlas dalam setiap apa yang kita lakukan. Kalau tak, sia-sia sahaja.

Bayangkan kat akhirat nanti, Allah tanya balik kat kita apa yang kita dah lakukan di dunia ini waktu usia mudamu? dan kita pun mentionlah one by one. Saya buat ini, saya buat itu. Tup tup, Allah kata, selama sekian sekian masa, apa yang kau buat, tak ikhlas keranaKU! takutkan? ya Allah, sangat-sangat takut bila segala kerja dakwah yang kita buat selama ni sia-sia je sebenarnya.

Sebab tu penting sangat-sangat untuk ikhlas!

Dan tiadalah jalan mudah untuk ke syurga melainkan menyerahkan segala jiwa dan harta kita hanya untuk Allah swt. Syurga itu mahal maharnya.















Monday, July 26, 2010

hold on to your dreams







Did you know that every star that shines in the midnight sky is waiting there for you each day goes passing by?

All you need is self belief..

and the ability to see the setbacks have solutions just beneath.

So, never let your dreams pass by,

For , they are there for you to see

That, if you focus on your goals,

You'll be all you're meant to be.

So,nurture them with all your heart-

Leave all your doubts behind

and you simply won't believe

the success you then will find!


In remembrance of Allah, do heart find rest [ar-ra'd:28]

Wednesday, July 7, 2010

hikmah



Pasti ini Terasa Begitu Menyakitkan
Saat Kau Kehilangan Sesuatu Yang Kau Sayang
Bilakah Tak Tahu Mungkin itu Yang Terbaik
Ada Rahasia Terindah Yang Diinginkannya

ku Hanya Ingin Agar Engkau Bisa Pahami
Memaknai Yang Terjadi Dengan Tulus Hati
Meski Kuakui Tak Mudah Untuk Terima
Segala Yang Tlah Menjadi Ketetapannya


Bridge:

Leraikanlah Gundah Tabahkanlah Hati
dan Yakinilah Semua itu Rencana Darinya

Reff Tashiru
Sudahlah Lupakan Segala Yang Membuatmu Merana
Hanya Kan Membuat Dirimu Dihantui Gelisah
Biarkanlah Semua Kan Berlalu Dengan Apa Adanya
Karena Dibalik Yang Terjadi Pasti Ada Hikmahnya Untuk Kita



jazakillah kak aisyah for sharing this song.

hanya yang mengerti bisa memahami.



Thursday, June 24, 2010

dunia


بسم الله الرحمن الرحيم


Moga antum dalam keadaan yang sihat hendaknya.

Alhamdulillah lagi,

Kerna Allah masih memberi kita hati yang masih ingin hidup dan bernaung di bawah lembayung rahmat Allah.

Hari-hari yang berlalu terasa begitu pantas sekali. Dikira-kira entah apa yang telah aku lakukan semalam, bisakah menebus kesalahan yang aku lakukan hari ini, dan bisakah hari ini diperbaiki agar lebih baik dari sebelumnya. Moga Allah memudahkan urusan kita, insyaAllah.

Pagi tadi, ketika dalam kelas, aku mencuri dengar perbualan sahabat ku di sebelah. Kehidupan dunia selama 40 tahun ini adalah ibarat 1 jam kehidupan kita di akhirat. Sumbernya aku tak pasti dari mana, tapi yang pasti, membuat aku terfikir sejenak, segala perasaan campur baur yang aku hadapi dengan penuh susah dan payah.

Tidak kisahlah berapa duration masa yang dinisbahkan, yang pasti ia mengingatkan aku kembali yang kehidupan di dunia ini, sekejap sangat. Tak sempat pun untuk bermain-main dan duduk sambil lewa memikirkan perkara yang tidak patut kita fikirkan.

Satu masa mungkin kita pernah menerima ujian yang berat dari Allah, yang tika saatnya terasa tidak terganggung, dan mungkin tika itu, fikiran kita kurang waras, merasa sukarnya untuk menghadapi saat-saat getir dalam hidup kerana ujian dunia ini.

Namun, andai kita yakin dengan kehidupan di akhirat yang kekal dan penuh nikmat dengan syurga terbentang luas antara langit dan bumi, dan kita benar-benar yakin kehidupan dunia ini sangattt lah singkat! kita tak akan merasa cepat putus asa, sentiasa berfikiran positif, redha dengan segala ketentuan Allah.

Aku teringat kisah ummu sulaim. Aku yakin antum juga amat mengenalinya. Ceritanya acapkali kita diceritakan, di majlis-majlis ilmu dan usrah kita. Hebatnya serikandi ini, dilatarbelakangkan dengan kisah-kisah yang hebat juga. Bukti Allah amat menyayangi, orang yang hebat, ujiannya sangat hebat juga. [refleks diri sendiri, setakat manalah sangat ujian yang kita terima?]

Betapa kuat dan teguhnya jiwa seorang yang bernama ummu sulaim, tatkala anak kecilnya yang meninggal dunia kerana ditimpa sakit. Namun, dia masih lagi berhias dan melayan suaminya, Abu Talhah pada malam hari kepulangannya, dan mengkhabarkan bahawa anak kesayangan mereka sudah semakin pulih. Keesokan harinya, barulah dia memberitahu Abu Talhah tentang kematian anak kecil mereka.

Abu Talhah bertemu Rasulullah, mungkin agak marah kerana tidak diberitahu peri pentingnya kematian itu. Namun, Rasulullah menenangkan, benarlah apa yang Ummu Sulaim lakukan. Malam sebelumnya adalah ibarat malam pengantin kedua buat mereka, dan lahirnya Abdullah bin Abu Talhah, yang Rasulullah sendiri memberi nama.

Tabahnya hati seorang ibu! Kehilangan anak yang amat disayangi, namun masih bisa sahaja melayan suami dengan begitu baik sekali. Abdullah pula dididik dengan penuh kasih sayang, sehingga Abdullah telah melahirkan 7 orang anak yang hafiz semuanya. Subhanallah!

Berkat. Allah Maha Adil. Diambilnya Abu Umayr dan diganti dengan Abdullah. Ummu Sulaim sangat yakin dengan Allah, hatinya pasti sangat terikat dengan Allah, dan pasti dia amat merasakan Allah lebih dekat dari urat lehernya.

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya" {Qaf:16}

Walau ujian datang bertimpa-timpa, Ummu Sulaim tetap berpegang teguh pada tali Allah.

Nah!

Sudah terbukti. Untuk menjadi orang yang hebat, maka ujiannya hebat juga. Kita berdoa untuk menjadi hamba yang sangat disayangi Allah, yang dipilih oleh Allah, yang dibukakan lorong2 amalan yang melayakkan kita masuk syurga firdausNya, dan rindu ingin bertemu Nabi di akhirat kelak.

Sudah pasti ujian yang bakal kita terima pasti berat juga. Dan Allah ingin melihat sejauh mana kita bersabar dan redha dengan ketentuanNya. Patut merasa terharu dan bersyukur andai kitalah yang telah Allah pilih untuk menerima sesuatu yang mungkin Allah tidak beri pada orang lain.

Ujian Allah datang dalam berbagai cara dan bentuk. Bergantung pada kita untuk menilai. Dari neraca apakah kita bertindak. Neraca keimanan? nafsu?

Mungkin mudah untuk kita lafazkan, yang hidup ini singkat, maka bersabarlah.

Namun, bila terkena batang hidung sendiri, amat sukar untuk dipraktikkan.

Yang jelas, tiada masa untuk memikirkan hal-hal yang remeh.

Yang berlalu pasti akan berlalu, masa pasti meninggalkan.

Hidup ini terlalu singkat untuk kita fikirkan.

Tiada masa berpangku tangan.

wallahualam.
















Tuesday, June 22, 2010

solat kita, tertunaikah?



بسم الله الرحمن الرحيم

Saya perasan sekarang ni dah jarang dapat update macam selalu. Masa saya di manipal dulu. Nak kata tiada idea, tak juga. Nak kata tiada masa, kadang-kadang ada je masa untuk menghadap blog, tapi tak terkeluar apa yang hendak ditulis. Namun, saya masih harapkan blog ini terus hidup, walaupun terpaksa bersawang sekali-sekala.

Dua minggu lepas, saya sempat jadi fasi untuk satu kem ibadah yang dibuat di Botanical Garden, Melaka. Masa tu pelajar sains tingkatan 5 ni sedang bercuti sekolah. Alhamdulillah, walaupun bersama mereka untuk dua hari cuma, namun sangat berbekas di hati.

Melihat betapa innocentnya mereka ini. Penekanan pada solat adalah tentatif utama pada kem itu. Setiap pelajar akan dibahagikan mengikut group dan seorang fasi akan handle group tersebut dan ajar amali solat. Especially solat bagi makmum muafiq, masbuk, solat jamak qasar, dan solat jenazah.

Belajar teori memang mudah, boleh dihafal dan dijawab atas kertas peperiksaan. Namun, pada amalinya, kita hanya akan faham bila timbulnya masalah dan bila kita berada dalam situasi tersebut. Bila persoalan-persoalan timbul, baru kita dapat kenal pasti sama ada kita benar-benar faham tak teori yang kita belajar tu.

Melihat wajah mereka satu persatu, alangkah bahagianya andai mereka benar-benar faham, apa tujuan sebenar solat, bukan semata-mata solat kerana ianya wajib, tapi tahu inipati sebenar perintah solat itu.

Kita solat setiap hari, namun adakah kita benar faham apa yang kita lafazkan dibibir dan menghadikannya dengan hati. Adakah ayat-ayat yang kita baca, hanya sekadar lafaz yang dah biasa kita ungkap tapi tidak memahaminya, malah ia menjadi suatu rutin? Sebab itu, kita solat, namun tidak mengubah kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Saya teringat yang ust pahrol pernah katakan dalam bukunya,walaupun kita ini dah hidup berpuluh tahun, tapi masih tak faham intipati dalam solat, tidak cuba berusaha untuk memahami maknanya, tidak berusaha untuk khusyuk ketika solat, kerana kita tidak merasa pentingnya Allah dalam kehidupan kita.

Sekiranya duit kita hilang, rumah terbakar dan kereta rosak, kita akan sangat risau dan sedih. Kita akan mengeluh, tidak sabar. Sedangkan itu semua dunia. Dan kita merasakan bahawa semua itu penting dalam hidup kita.

Bagaimana pula dengan Allah? Terasakah Allah itu penting dalam hidup?

Terhantuk pada diri sendiri.

Para sahabat menangis bila dibacakan ayat-ayat Allah. Mencabut anak panah yang tertikam di badan juga tidak sakit bila ditarik ketika solat. Ya Rabb, betapa khusyuknya mereka menghadap Allah dan memahami makna yang dibaca ketika solat.

Nak dibandingkan dengan diri sendiri, jauh sekali. Ketika nak betulkan jari yang dislocate dulu pun, merayu pada doktor untuk letak ubat bius.




Teringat masa kecil-kecil dahulu, masa darjah 3, 4, solat tu buat sebab mak suruh. Kalau tak buat, takut mak marah. Kadang-kadang tu, solat tapi tak tahu pun apa yang dibaca. Baca surah yang sama sahaja. Bila mak tanya, at least boleh jawab, "dah solat mak! yes! tak kena marah!" Solat pun acuh tak acuh.

Naik darjah 5 dan 6, dah faham sikit. Kena buat solat wajib awal waktu, dan amalkan solat sunat macam qiamullail. Masa tu buat supaya Allah bagi mudah untuk jawab peperiksaan. Biar jadi pandai dan mudah belajar. Kalau tak buat, Allah tak suka tambah-tambah kalau solat lewat waktu. Tapi, the main niat is supaya boleh excel dalam pelajaran.

Bila habis upsr, masih amalkan solat sunat juga, tapi doa supaya pemeriksa mudah bagi markah dan dapat 5A. Bukannya sebab kita betul-betul sayang kat Allah dan harapkan keredhaanNya.


Sekarang ni bila dah besar, alhamdulillah, Allah Maha Pengasih, memberi hidayahNya pada hambaNya yang banyak lupa ni. Rasa macam teruknya zaman dulu, solat pun niat tak betul. Baca Quran pun sama, niat nak khatam cepat supaya lebih awal dari kawan-kawan yang lain, dan dapat makan pulut kuning.

Mungkin selama ni kita rasa kita dah tunaikan solat, tapi sejauh mana solat itu kita tunaikan.

Tekadkan dalam diri untuk lebih bersungguh-sungguh dalam solat. Ikhlas kan hati seboleh mungkin. Cuba untuk khusyuk dalam solat. Sesungguhnya , Allah akan sentiasa membantu hambaNya yang ingin kan perubahan. Yuk kita sama-sama rasai kemanisan dalam solat! [bestnya jumpa Allah!]

wallahualam.